Friday, January 18, 2013

Kisah : Cinta..

Alkisah..
di suatu pulau kecil, tinggallah berbagai macam benda abdtark.
ada CINTA, KEKAYAAN, KECANTIKAN, KESEDIHAN, KEGEMBIRAAN dan sebagainya. Awalnya mereka hidup berdampingan dengan baik dan saling melengkapi. Namun, suatu ketika datang badai menghempas pulau kecil itu dan air laut tiba-tiba naik semakin tinggi dan akan menenggelamkan pulau itu. semua penghuni pulau cepat-cepat berusaha menyelamatkan diri

CINTA sangat kebingungan sebab ia tidak dapat berenang dan tidak mempunyai perahu. Ia berdiri di tepi pantai untuk cuba mencari pertolongan. Sementara itu, air semakin naik membasahi kaki CINTA. tak lama CINTA melihat KEKAYAAN sedang mengayuh perahu.

"KEKAYAAN! KEKAYAAN! Tolong aku!" teriak CINTA
lalu apa jawab KEKAYAAN, "Aduh, maaf CINTA!" Kata KEKAYAAN.

"Perahuku telah penuh dengan harta bendaku. Aku tidak dapat membawamu bersama, nanti perahu ini akan tenggelam. Lagi pula tak ada tempat lagi bagimu di perahuku ini".

Lalu KEKAYAAN cepat-cepat mengayuh perahunya pergi meninggalkan CINTA tenggelam. CINTA sedih sekali, namun kemudian dilihatnya KEGEMBIRAAN lewat dengan perahunya.

"KEGEMBIRAAN!, KEGEMBIRAAN! Tolong aku", Teriak CINTA

Namun apa terjadi, KEGEMBIRAAN terlalu gembira kerana ia menemukan perahu hingga tuli dan tidak mendengar teriakan CINTA. Air semakin tinggi membasahi CINTA sampai ke pinggang dan CINTA semakin panik. Tak lama lewatlah KECANTIKAN.

"KECANTIKAN! KECANTIKAN! bawalah aku bersamamu!", teriak CINTA

Lalu apa jawab KECANTIKAN, "Wah, CINTA, kamu basah dan kotor. Aku tak bisa membawamu ikut. Nanti kamu mengotori perahuku yang indah ini." sahut KECANTIKAN

CINTA sedih sekali mendengarmya. CINTA mulai menangis terisak-isak. Apa kesalahanku, mengapa semua semua orang melupakan aku. Saat itu lewat KESEDIHAN. Lalu cinta membelas...

"Oh KESEDIHAN, bawalah aku bersamamu", kata CINTA

Lalu apa kata KESEDIHAN, "Maaf, CINTA. Aku sedang bersedih dan aku ingin bersendirian sahaja.."' kata KESEDIHAN sambil terus mengayuh perahunya.

CINTA putus asa. Ia merasakan air makin naik dan akan menenggelamkannya. CINTA terus berharap kalau dirinya dapat diselamatkan. Lalu ia berdoa kepada Tuhan.
"oh Tuhan, tolonglah aku, apa jadinya dunia tanpa aku, tanpa CINTA"

Pada saat kritis itulah tiba-tiba terdengar suara, "CINTA! mari cepat naik ke perahuku!" CINTA menoleh ke arah suara itu dan melihat seorang tua renyot berjanggut putih panjang sedang mengayuh perahunya. Lalu cepat-cepat CINTA naik ke perahu itu, tepat sebelum air menenggelamkannya. Kemudian di pulau terdekat, orang tua itu menurunkan CINTA dan segera pergi lagi. Pada saat itu barulah CINTA sedar, bahawa ia sama sekali tidak mengetahui siapa orang tua yang baik hati menyelamatkannya. CINTA segera menanyakannya kepada seorang penduduk tua di pulau itu, siapa sebenarnya orang tua itu.

"Oh, orang tua tadi, dia adalah WAKTU", kata orang itu

Lalu CINTA bertanya "Tapi, mengapa ia menyelamatkanku? Aku tak mengenalnya. Bahkan teman- teman yang mengenalku pun enggan menolongku", tanya CINTA hairan. "Sebab", kata orang itu,
"hanya WAKTU lah yang tahu berapa nilainya harga sebuah CINTA itu..........."


******

CINTA...
abstrak.

dan sebab tu la hanya waktu yang mengenal cinta dan menghargai cinta..


~c.i.k.g.u.l.i.n.a~

0 komen yang perlu dibaca:

Post a Comment

page

Followers